Bermain sebuah game memang sudah menjadi salah satu kegiatan yang harus dilakukan karena pada masa sekarang ini hiburan yang paling gampang dicari adalah bermain game. Dengan berkembangnya teknologi elektronik saat ini sudah memungkinkan permainan game dapat di aplikasikan dalam sebuah perangkat mesin elektronik seperti contoh pada ponsel dan pc/komputer.
Selain digunakan untuk bermain game, kedua perangkat tersebut bisa juga digunakan untuk hal-hal lain mulai dari bertransaksi online, browsing internet, mengerjakan tugas sekolah atau kuliah, mengedit video dan lain-lain. Dan untuk selanjutnya pada kesempatan kali ini situs emasdewa.com akan memberikan sebuah ulasan mengenai masalah game yaitu 8 game online yg akan di hapus. Langsung saja kita simak bersama-sama ulasannya dibawah ini.


Definisi Game Online berbahaya

Game online merupakan sebuah sistem yang disematkan dalam beberapa game agar bisa dimainkan secara live didunia maya. Game online memberikan sebuah fitur permainan yang menarik karena para pemainnya bisa melawan musuh dari daerah lain maupun dari negara lain.

Namun dengan berkembang pesatnya game online dinegara kita Indonesia , pihak KPAI mencatat adanya game-game yang memiliki unsur adegan kekerasan, perjudian dan pornografi. Maka dari itu, pihak KPAI berencana akan menghapus game-game online dengan indikasi tersebut agar tidak dimainkan oleh anak-anak dibawah umur.

Selain itu tingkat kecanduan dari game online juga sangat tinggi dibandingkan dengan game-game yang lain. Dan berikut ini kami sajikan daftar 8 game yang akan dihapus oleh pihak KPAI meliputi :

1.       Call or Duty

2.       RF (Rising Force) online

3.       Counter Strike

4.       Lost Saga

5.       Gunbound

6.       Point Blank

7.       AION

8.       Worl of Warcraft

Ditetapkannya 8 judul game online ini agar meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti tingkat moralitas yang menurun, meningkatnya adegan kekerasan di sekolah, meningkatnya kegiatan perjudian dan lain-lain. Tidak cukup dari sini saja, para orangtua juga harus bisa mengarahkan anak-anaknya agar bermain game yang sesuai dengan umurnya.